‘Ngaseuk’ Budaya Menanam Benih Khas Desa

Barengkok, karymandala.desa.id. Sudah hampir dua minggu hujan turun secara terus menerus. Setiap hari siang ataupun malam pasti selalu ada hujan yang turun di wilayah Desa Karyamandala. Alhamdulilah, hujan yang turun ini tidak membawa bencana, seperti banjir ataupun longsor. Hujan ini benar-benar membawa berkah, terutama bagi para petani, sawah-sawah yang sebelumnya kering, kini mulai tergenang air. Kebun-kebun yang sebelumnya gersang, kini mulai nampak bersemi kembali. tanaman-tanaman yang sebelumnya kering kini nampak hijau kembali.

Bagi masyarakat yang ada di Desa Karyamandala khususnya dusun Barengkok, turunnya hujan ini dimanfaatkan untuk segera menanami kebun-kebun mereka dengan berbagai aneka macam tanaman. Seperti contohnya Pak Sunaryo salah seorang warga Barengkok yang dengan tekun sedang ‘ngaseuk’ untuk menanam benih kacang tanah.

Pak Sunaryo salah satu warga Barengkok sedang Ngaseuk.

 

Ngaseuk merupakan istilah orang sunda dalam sebuah proses bercocok tanam. Ngaseuk adalah membuat lobang dengan menggunakan sebatang kayu yang berbentuk menyerupai alu (alat penumbuk padi) sebagai tempat untuk memasukan benih tanaman. Ngaseuk biasanya dilakukan secara gorong royong.  Ketika akan ngaseuk biasanya orang yang punya tanah, ataupun yang punya maksud akan menanam, pasti akan selalu memanggil tetangga, dan kerabatnya untuk membantunya. Setelah tanamannya sudah tiba masa panen, maka nanti yang membantu ngaseuk ini akan dipanggil kembali untuk sama-sama memanen hasilnya.

Pada saat Ngaseuk dilakukan maka ada 2 kelompok orang yang memiliki ltugas berbeda. kelompok pertama bertugas untuk ngaseuk ( membuat lubang) dan kelompok kedua bertugas untu menanam benih ke dalam lubang. Keduaorang ini, yang ngaseuk dan yang menanam benih harus selalu bersama-sama agar tidak ada lubang yang terlewat ditanami benih.

Contoh kebersamaan warga Barengkok ketika Ngaseuk.

Di Dusun Barengkok budaya ngaseuk ini masih terjaga, ini terlihat dari banyaknya warga yang sedang ngaseuk dikebun-kebun ketika musim hujan tiba. Budaya ngaseuk ini sangat memperlihatkan ciri khas desa, ciri khas akan gotong royongnya, kebersamaannya, dan juga rasa persaudaraannya. Semoga, budaya Ngaseuk ini akan tetap terus terjaga.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan