“Paraga Stones” Panorama Perbatasan Desa Karyamandala dan Desa Mandalahayu

Paraga Stones Panorama perbatasan Desa Karyamandala dengan Desa Mandalahayu menyajikan panorama yang masih alami

‘Paraga Stones’ begitulah masyarakat sekitar Kecamatan Salopa menyebutnya. Sebuah destinasi wisata alam yang masih jarang terjamah oleh manusia, menyajikan kesejukan dan keindahan alam yang masih alami dan segar.

Terletak di sebelah timur perbatasan Desa Karyamandala dengan Desa Mandalahayu, Paraga Stones menjadi daya tarik masyarakat untuk menikmati liburan gratis dengan panorama alam yang masih alami. Untuk menuju ke lokasi jalan yang dilalui masih merupakan jalan setapak yang masih belum beraspal atau bertembok. Alhasil, jika di musim penghujan kendaraan roda dua tidak dapat langsung menuju lokasi karena becek.

Untuk dapat sampai dilokasi ada beberapa jalur yang bisa dilalui. Ada jalur dari Kp. Tamansari Desa Mandalahayu, ada juga jalur dari Kp. Barengkok Desa Karyamandala. Jalur yang sering dilalui biasanya jalur dari Kp. Barengkok Desa Karyamandala Karena Jalur ini dapat langsung dilalui oleh sepeda motor sampai di bibir sungai.

Panorama
Paraga Stones Panorama perbatasan Desa Karyamandala dan Desa Mandalahayu
paraga stones
Selfi diantara dua tumpukan batu besar.

Paraga Stones merupakan tumpukan batuan besar di sungai yang tertata secara alami sehingga menimbulkan pesona bagi yang melihatnya.  Biasanya tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat pada waktu weekend atau menjelang ramadhan dan hari raya. Umumnya, pengunjung yang datang dapat berenang, mencari ikan ataupun ngaliwet bersama.

Konon menurut cerita rakyat terjadinya tumpukan batuan besar di tempat itu ada hubungannya dengan legenda Sangkuriang. Dimana diceritakan Sangkuriang ingin menikahi Dayang Sumbi seorang wanita yang ternyata adalah ibunya sendiri. Dayang sumbi kemudian mengajukan syarat yaitu ingin dibuatkan situ dan juga perahu untuk berlayar dan harus selesai dalam waktu semalam.

Disetujuilah persyaratan itu oleh Sangkuriang. Dengan bantuan mahluk gaib Sangkuriang mulai membuat bendungan disungai tersebut. Singkat cerita usahanya gagal karena Dayang Sumbi membuat siasat seolah-olah hari sudah akan terbit pajar, sehingga membuat ayam berkokok tanda pagi akan menjelang.

Karena kegagalan tersebut kemudian Sangkuriang menendang perahu yang hampir jadi dengan kesaktiannya perahu tersebut terlempar sangat jauh sekali dan mendarat terbalik di sebuah gunung, jadilah Gunung tangkuban perahu. Sedangkan tumpukan batu Besar di sungai sampai sekarang masih tertata disebutlah Paraga Stones.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan